Park Hyena – Kim Myungsoo
“ya! Jika mengupas buah yang benar, masa kulitnya
berserakan seperti ini!”
Omel seorang laki-laki kepadaku yang tidak lain adalah
suamiku, kami baru saja menikah 2 hari yang lalu, sekarang kami berada di
Kanada menemui ibuku yang kemarin tidak bisa hadir di pernikahan kami karena
ada perjalanan bisnis ke Mexico. Kini keluargaku tengah berkumpul bersama,
begitu pula kakakku dan istrinya, adikku dan adik iparku. Kami menikmati waktu
bersama selagi suamiku masih cuti.
5 hari kemudian…
Pagi ini kami dalam perjalanan menuju bandara, untuk
kembali ke tempat kami masing-masing. kami berpencar menaiki pessawat tempat
tujuan kami, aku dan suamiku serta 2 adikku dan adik iparku mengambil
penerbangan ke seoul, sementara kakak tertua dan istrinya mengambil penerbangan
ke singapura untuk urusan bisnis dan kakak kedua beserta istri menuju ke beijing.
Setiba di seoul kami langsung menuju rumah masing-masing, adikku kembali ke
rumahnya sementara adik iparku ikut bersamaku dan suamiku. Waktu makan malam
telah tiba kami duduk di ruang makan bersama sambil mengobrol santai.
“moonsoo-ya?”
“eum, hyung, wae?”
“kau besok kuliah atau latihan?”
“kuliah. Jadwal latihanku belum ada”
“kenapa bisa jadwalmu belum ada? Bukankah sajangnim sudah
membuat jadwalmu?”
“gara-gara skandal fotoku dengan seungmi, jadwal
latihanku di cancel semua”
“salah siapa kau suka sekali buat skandal”
“apa bedanya denganmu hyung?”
“apa memangnya?”
“kim doyeon, lee sungyeol dan lee sungjong”
“yak! Kau pikir aku gila”
“iya kan nunna, hyung melakukannya?”
“yak! Jangan ganggu nunnamu ini tak ada urusan dengannya”
Aku hanya tertawa mendengar perdebatan kakak dan adik
satu ini. “geumanhae, apa kalian akan
terus berdebat ketika makan malam?” ucapku menengahkan mereka. “nah
hyung dengar kata nunna!” ucap moonsoo sambil tertawa, sementara myungsoo hanya
mengerutkan dahinya. “kau? apa yang akan kau lakukan besok? Diam dirumah?”
tanya myungsoo padaku. “molla” jawabku. “ai mwoya nunna, kenapa kau tidak
kuliah juga? Supaya sama denganku, kudengar kuliahmu tidak selesai” ucap
moonsoo yang sukses mendapat death glare dari suamiku. Aku hanya mempoutkan
bibirku. Aku dan myungsoo sudah berada di kamar kami aku masih memikirkan apa
yang aku lakukan besok. Myungsoo memandangiku pun aku tak tau. “yeobo?
Gwaenchana?” panggil myungsoo. “yeobo?” panggilnya agak keras. Membuat aku
tersentak. “kau melamun?” tanya myungsoo. “aniyo” jawabku. “apa kau masih
memikirkan apa yang akan kau lakukan besok?” tanya myungsoo. Aku hanya
mengangguk. Myungsoo menepuk dahinya. “memangnya apa yang biasanya kau lakukan
sebelum menikah? Bukankah kau bekerja di perusahaan ibu?” tanya myungsoo.
“aniyo, aku bekerja untuk diriku sendiri, hanya saja kadang-kadang ibu meminta
bantuanku” jawabku. “ya sudah kau bekerja seperti biasa saja” saran myungsoo.
“aku lelah bekerja di perusahaan” jawabku. “kenapa ? ada yang mengganggumu disana?”
tanya myungsoo. “aniya. Aku jenuh, dan butuhh sesuatu yang baru” kataku pelan.
“memangnya sudah berapa lama kau bekerja disana? Sejak bersama taehyung? atau
setelah putus dengannya?” tanya myungsoo. “jauh sebelum itu, bahkan sebelum aku
berusia 17 tahun” jawabku. “kau serius sayang?” tanya myungsoo. “em.. aku mulai
membangun perusahaan sejak aku berusia 15 tahun, sekolah kerja sekolah kerja
bahkan aku tak pernah punya waktu untuk bermain dengan teman, tidur pun tak
pernah cukup. Ntah aku bingung harus menyesal atau senang dengan itu semua,
bahkan kuliah pun aku tidak selesai di daekyung university” jelasku. Myungsoo
memelukku. “gwaenchana kau bisa istirahat jika kau lelah, dan carilah sesuatu
yang baru dan bergaullah dengan teman-temanmu, jika ada sesuatu kau bisa
ceritakan padaku jangan simpan sendiri, mengerti?” myungsoo menghiburku.
“terima kasih sayang. Aku bahagia bisa mendapatkan orang sepertimu, meskipun
kata orang kau seorang yang dingin tapi ternyata sangat berbeda sekali” ucapku
membuatnya tertawa. “ya sudah, ayo tidur. Pikirkan besok lagi”ucapnya.
Keesokan harinya…
Myungsoo sudah berangkat latihan begitu pula moonsoo yang
sudah berangkat kuliah, sementara aku beres-beres rumah, setelah beres semua
aku duduk-duduk di teras sambil memainkan gadgetku mencari sesuatu. ‘DIBUTUHKAN
SEORANG STYLIST xxxx’. “asaaa!” pekikku sambil tertawa. “haruskah aku menjadi
stylist? Joha… mari cari lowongan untuk stylist” gumamku sambil mencari
beberapa loker. Dari sekian banyak loker yang ada aku menemukan satu loker yang
menarik perhatianku. “woollim entertainment?” ucapku, lalu mengembangkan
senyum. aku langsung bergegas mengganti pakaianku dan menuju ke kantor woollim.
Sekarang aku telah berdiri di depan kantor woollim. Senyum terkembang di sudut
bibirku, aku segera masuk untuk melakukan interview. Sekitar 15 menit aku di
interview, sekarang aku sedang duduk di lobby menunggu hasil wawancara. Kini
staff woollim sedang mengumumkan siapa yang lolos menjadi stylist. Dari 20
orang pendaftar hanya ada 1 orang yang lolos menjadi stylist dan ternyata itu
adalah aku. Wow, betapa senangnya hatiku, bisa berada di dekat suamiku. “nona
park?” panggil staff wollim. “ai, jangan panggil saya nonna, cukup hyena saja”
ucapku “baiklah hyenassi. Oh iya kau akan menggantikan stylist kim myungsoo
yang baru saja mengundurkan diri” ucap staff woollim. “benarkah?” aku tak
menyangka bahwa aku akan menjadi stylist suamiku sendiri.